hotbliggitty

Minggu, 26 Mei 2013

Ringkasan IPA Kelas 5: Struktur Bumi dan Matahari


Struktur Matahari

Penyusun lapisan matahari diantaranya adalah

hidrogen,

helium,

oksigen,dan

beberapa gas lainnya

Matahari terdiri dari beberapa lapisan, diantaranya adalah

fotosfer,

kromosfer,

korona, dan inti.

Jumat, 24 Mei 2013

hi :)

bertemu lagi dengan aku , ada yang mau request ringkasan pelajaran ? kalo mau , silahkan Comment ya! ditunggu loh ! (@yuuk_belajar)

Kamis, 21 Maret 2013

welcome

visitors blognya udah makin banyak, semoga besok juga ya.. aduh, doain admin ya, besok admin mau UTS soalnya admin masih kelas 6 SD hehehe.. kecil kecil udah punya blog, doain ya, admn seneng deh kalau ada yang doain :p

Selasa, 19 Maret 2013

Jenis Jenis Tanah


  1. Tanah Berhumus
Ciri-cirinya :
  • Berwarna gelap
  • berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang mati
  • mengandung unsur hara yang sangat banyak
  • dapat menahan air
  • Sangat subur2
    2. Tanah Berpasir
Ciri-cirinya :

  • Mudah dilalui air
  • kurang subur
  • biasanya di gunakan untuk bahan bangunan
     3. Tanah Liat
Ciri -cirinya :

  • Sulit dilalui air
  • Mudah di bentuk
  • berwarna coklat 
  • Digunakan untuk membuat keramik
      4.Tanah Alluvial
Ciri-cirinya :

  • Dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah
  • Subur
  • Cocok untuk lahan pertanian
      5. Tanah Podzolit
Ciri-cirinya :

  • Tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan tinggi dan bersuhu rendah / dingin.
     6. Tanah Vulkanik
Ciri-cirinya:

  • Subur
  • Berasal dari lapukan letusan gunung berapi
  • Mengandung zat hara yang tinggi 
  • di sekitar lereng gunung berapi
     7. Tanah Laterit
Ciri-cirinya :

  • Tidak subur karena unsur hara tersebut hilang larut dibawa oleh air hujan bercurah tinggi
    8. Tanah kapur
Ciri-cirinya :

  • Tidak Subur
  • Terbentuk dari pelapukan kapur
     9. Tanah Gambut
Ciri-cirinya :

  • Terdapat di rawa rawa
  • Kurang subur 
 (: SEMOGA BERMANFAAT :)

Sabtu, 09 Maret 2013

Gerhana Matahari dan Bulan

Kali ini, admin ingin berbagi ilmu IPA dengan materi Gerhana matahari dan Gerhana bulan. Selamat Membaca !

A. Gerhana Matahari

  • Gerhana Matahari terjadi pada saat bulan baru
  • Gerhana matahari terjadi jika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus, sehingga bumi memasuki bayang-bayang bulan, atau cahaya matahari ke bumi terhalang oleh bulan (Gambar 1.0)
  • Gambar 1.0
  • Gerhana matahari dibedakan atas gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin
  1. Gerhana matahari total, terjadi pada permukaan bumi yang berada dalam umbra bulan. Pada bagian itu, sinar matahari tertutup sepenuhnya
  2. Gerhana matahari sebagian, terjadi pada permukaan bumi yang berada dalam penumbra bulan. Sinar matahari tertutup sebagian
  3. Gerhana matahari cincin, terjadi jika bayangan bulan tidak cukup menutup sinar matahari. Matahari masih terlihat bersinar disekeliling bayangan bulan. Gerhana matahari ini terjadi saat bulan berada pada Jarak terjauh  dari bumi
B. Gerhana Bulan 
  • Gerhana bulan terjadi pada saat bulan purnama
  • Gerhana bulan terjadi jika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga bulan memasuki bayang-bayang bumi, atau cahaya matahari ke arah bulan terhalang oleh bumi.(gambar 1.1)

Gambar 1.1
  • Gerhana bulan terjadi ketika bulan berada di penumbra dan umbra yang berlangsung
  • Ketika bulan berada di penumbra, disebut gerhana bulan penumbra
  • Ketika bulan sebagian berada di penumbra dan sebagian lagi berada di umbra, disebut gerhana bulan sebagian
  • Sedangkan, ketika bulan berada di umbra disebut gerhana bulan total. Gerhana bulan total berlangsung kurang lebig 1 jam 40 menit
(: SEMOGA BERMANFAAT :)

Minggu, 24 Februari 2013

Welcome Back !

Hello All ! Admin Come Back ! What are you doing Friends? Now, I live in Indonesia , I Hope you Like my blog ! Please follow this blog in twitter : @BelajarYuuk

KERUCUT & TABUNG


A. TABUNG
1. Pengertian
Dalam mendefinisikan tabung, kita menggunakan pengertian bidang tabung. Ada beberapa definisi untuk bidang tabung adalah:
a.    Bidang tabung adalah himpunan semua garis P yang sejajar dengan sebuah garis S dan mempunyai jarak tetap R terhadap S, dalam hubungan ini S disebut sumbu bidang tabung dan P disebut garis pelukis dan R jari-jari bidang tabung.
b.    Bidang tabung adalah himpunan semua titik P yang mempunyai jarak tetap R terhadap sebuah garis S.
Maka tabung adalah, bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah bidang tabung dan dua buah bidang datar yang masing-masing tegak lurus pada sumbu bidang tabung. Dalam hubungan ini, maka kedua bidang itu masing-masing disebut bidang alas, bidang atas dan selimut tabung. Jarak antara bidang atas dan bidang alas tabung disebut tinggi dari tabung itu.
2. Unsur- unsur pada tabung
Tabung terdiri dari sisi bawah yang selanjutnya disebut alas, sisi atas yang selanjutnya disebut tutup, dan sisi lengkung yang disebut selimut tabung. Sisi alas dan sisi atas (tutup) tabung berbentuk lingkaran yang kongruen (sama bentuk dan ukurannya).
3. Jaring-jaring Tabung
Jaring-jaring tabung terdiri dari 2 lingkaran yang kongruen dan sebuah persegi panjang yang berasal dari selimut tabung dengan panjang = keliling lingkaran alas, dan lebar = tinggi tabung.
4. Luas Tabung
Luas selimut tabung dapat ditentukan dengan cara berikut ini:
Luas selimut  tabung = keliling alas x tinggi
2πr x t
Setelah di peroleh rumus untuk luas selimut tabung maka dapat di tentukan pula rumus luas seluruh permukaan tabung, yaitu :
Luas permukaan tabung = luas alas + luas tutup + luas selimut
= πr+ πr+ 2πrt
= 2πr+ 2πrt
= 2πr(r+t)
5. Volume Tabung
Tabung merupakan prisma dengan alas berbentuk segi enam beraturan, jika jumlah rusuk pada sisi alas dan sisi atas di tambah terus menerus maka akan di peroleh prisma, yang sisi alas maupun sisi atasnya tidak banyak berbeda dengan lingkaran.
Dari keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa tabung adalah prisma yang alasnya berbentuk lingkaran sehingga volume tabung dapat dinyatakan dengan cara berikut ini :
V  = La x t                 L= πr2 (luas lingkaran)
= πr2 x t
V = πr2 t
Untuk setiap tabung (silinder) berlaku rumus:
V = πr2 t
Dengan, V adalah volume, r adalah jari-jari alas dan t adalah tinggi dan nilai π = 3,14 atau
B. KERUCUT
1. Pengertian
Ada beberapa devinisi tentang kerucut dan kita memperhatikan salah satunya adalah Bidang kerucut merupakan himpunan semua garis  yang memotong sebuah garis S di sebuah titik P dan membentuk sudut £ dengan garis S. Dalam hubungan ini P disebut puncak, S disebut sumbu dan £ sebagai setengah sudut puncak, sedang garis-garis yang membentuk bidang kerucut itu masing-masing disebut garis pelukis dari bidang kerucut.
Dari definisi tentang bidang kerucut diatas maka kerucut kemudian didefinisikan sbb:
  • Kerucut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang kerucut dan sebuah bidang yang tegak lurus pada sumbu bidang kerucut.
  • Bidang tersebut memotong bidang kerucut menurut sebuah lingkaran yang selanjutnya disebut bidang alas kerucut. Jarak dari puncak sampai bidang alas disebut tinggi dari kerucut.
  • Ruas garis yang menghubungkan titik puncak dan sebuah titik pada lingkaran alas disebut garis pelukis, dan jika yang diperhatikan panjangnya, maka disebut apotema.
Definisi lain dari kerucut yaitu:
  • Kerucut adalah bangun yang terjadi dari sebuah daerah segitiga siku-siku yang diputar mengelilingi salah satu sisi siku-sikunya.
  • Kerucut adalah bangun yang terjadi jika sebuah limas beraturan banyaknya sisi diperbanyak sampai tak terhingga.
2. Unsur -  unsur pada kerucut
Kerucut terdiri atas sisi alas yang berbentuk lingkaran dan sisi lengkung yang selanjutnya disebut selimut kerucut.
3. Jaring-Jaring Kerucut
Jaring-jaring kerucut terdiri dari sebuah lingkaran dan sebuah juring lingkaran yang berasal dari selimut kerucut dengan panjang busur pada juring = keliling lingkaran alas.
4. Luas Kerucut
Jaring-jaring selimut kerucut merupakan juring lingkaran dengan ukuran sebagai berikut.
  • Panjang jari-jari = s (garis pelukis)
  • Panjang busur    = 2πr (keliling lingkaran alas)
  • Untuk setiap kerucut berlaku rumus berikut:
  • Luas selimut kerucut = πrt
  • Luas permukaan kerucut = πr+ πrs atau πr(r+s)
  • Dengan nilai π = atau 3,14
5. Volume kerucut
Untuk menerangkan volume kerucut. Maka kerucut diibaratkan sebagai sebuah limas beraturan yang banyaknya sisi bidang alas tak berhingga sehingga dalam keadaan limit mencapai bentuk lingkaran.
Volume limas = sepertiga hasil kali luas bidang alas dan tinggo dan karena pada kerucut bidang alasnya berupa lingkaran.
Maka :
V kerucut        =  La x t
= πr2t